Timnas Indonesia U-16 Ditunggu Jepang Jika ke Semifinal

Timnas Indonesia U-16 Ditunggu Jepang Jika ke Semifinal

Timnas Indonesia U-16 sudah ditunggu Jepang jika lolos ke semifinal Piala Asia U-16 2018. Pada laga perempat final di Stadion Bukit Jalil, Minggu (30/9), skuat muda Samurai Biru sukses mengalahkan Oman 2-1.

Skuat arahan Fakhri Husaini sendiri baru akan melakoni paga perempat final menghadapi Australia di Stadion Bukit Jalil pada Senin (1/10).

Penyerang Jepang, Shoji Toyama, menjadi penentu kemenangan timnya atas tim dari Timur Tengah tersebut pada menit ke-81. Ia mampu menyambar umpan silang yang dilepaskan Jun Nishikawa dari sisi kanan pertahanan Oman sehingga bola bersarang ke gawang lawan.

Oman sempat menyamakan skor 1-1 berkat gol Tariq Al-Mashary pada babak pertama. Jepang membuka keunggulan 1-0 atas lawannya itu akibat gol bunuh diri yang diciptakan pemain Oman, Issa Khalfan.

Tertinggal 1-2 dari Jepang, Oman berusaha menyamakan skor dengan terus menekan pertahanan Jepang. Namun, upaya itu amat sulit karena laga tinggal menyisakan kurang dari 10 menit di waktu normal.

Upaya itu pun terlambat. Wasit kemudian meniupkan peluit tanda laga berakhir untuk kemenangan skuat arahan Yoshiro Moriyama atas Oman.

Indonesia memang gerada di jalur perempat menghadapi antara Jepang atau Oman jika lolos ke semifinal. Jepang merupakan salah satu tim favorit juara Piala Asia U-16 selain Korea Selatan.

Dengan keberhasilan ini, Jepang juga sudah memastikan langkah mereka ke Piala Dunia U-17. Sebanyak empat tim semifinalis di Piala Asia U-16 memang otomatis lolos ke ajang usia muda level dunia tersebut.

Selain laga Indonesia U-16 vs Australia, laga perempat final lainnya di Piala Asia U-16 adalah Korea Utara menghadapi Tajikistan dan Korea Selatan lawan India. Dua tim yang menang di laga itu akan saling berhadapan di semifinal.

Sebelumnya, Fakhri mengatakan tidak akan mempedulikan soal kemungkinan lawan yang akan dihadapi skuatnya. Ia memilih fokus di setiap pertandingannya agar para pemain konsisten tampil bagus.

5 Fakta Menarik Timnas Indonesia U-16 Lolos ke Perempat Final

5 Fakta Menarik Timnas Indonesia U-16 Lolos ke Perempat Final

Timnas Indonesia u-16 berhasil lolos ke babak perempat final Piala Asia U-16. Berikut fakta menarik di balik keberhasilan tersebut.

Timnas Indonesia sukses memuncaki grup C dengan nilai lima poin hasil satu kali menang dan dua kali imbang. David Maulana dan kawan-kawan unggul selisih gol atas India yang ada di posisi kedua.

Di babak perempat final, Timnas Indonesia akan menghadapi runner up grup C. Kemenangan di laga perempat final akan membuat Timnas Indonesia U-16 lolos ke Piala Dunia U-17 2019.

Berikut lima fakta menarik di balik keberhasilan Timnas Indonesia U-16 ke perempat final Piala Asia U-16:

1. Timnas Indonesia U-16 lebih tajam di babak kedua. Sutan Zico dan kawan-kawan mencetak dua gol di babak kedua dan hanya membukukan satu gol di babak pertama.

2. Timnas Indonesia U-16 menjadi juara grup dengan catatan gol yang lebih sedikit dibandingkan dua juara grup lainnya, Jepang dan Korea Utara. Jepang membukukan tujuh gol sedangkan Korea Utara menorehkan enam gol. Grup D belum menyelesaikan pertandingan namun pemuncak grup saat ini, Korea Selatan sudah mencetak 10 gol.

3. Laga di grup C tempat Timnas Indonesia berada jadi grup dengan jumlah gol paling sedikit. Grup C hanya menghasilkan total 10 gol, berbeda jauh dengan Grup A (26 gol), Grup B (21 gol), dan Grup D yang masih menyisakan dua laga sudah menghasilkan 16 gol.

4. Permainan impresif Timnas Indonesia U-16 di babak penyisihan grup membuat tim lawan total terkena kartu kuning dengan rincian masing-masing tiga kartu kuning untuk Iran dan India, serta dua kartu kuning untuk Vietnam.

Sementara itu Timnas Indonesia sendiri hanya mendapat tiga kartu kuning dengan rincian masing-masing satu kartu kuning di tiap laga.

5. Dua pemain Timnas Indonesia U-16 yang terpilih jadi man of the match di babak penyisihan adalah Bagus Kahfi (laga lawan Iran) dan Brylian Aldama (laga lawan India). Dalam duel lawan Vietnam, gelar man of the match menjadi milik Khuat van Khang.

Mourinho Punya Firasat MU Gagal Saat Lihat Phil Jones

Mourinho Punya Firasat MU Gagal Saat Lihat Phil Jones

Manajer Manchester United Jose Mourinho mengaku sudah punya firasat MU bakal gagal di Piala Liga saat melihat adu penalti tetap berlanjut setelah penendang kelima.

Manchester United tersingkir lantaran kalah 7-8 dalam drama adu penalti lawan Derby County di Piala Liga. Mourinho mengaku sudah menyiapkan para pemainnya untuk melakukan adu penalti namun ia tak memperkirakan adu penalti bisa berlangsung dalam durasi yang lama.

“Kami latihan penalti. Namun ketika kami melewati penalti keenam, saya tahu bahwa kami dalam masalah dengan [Eric] Bailly dan [Phil] Jones,” ucap Mourinho kepada Sky Sports seperti dikutip dari Metro.

Manchester United berhasil menjalankan drama adu penalti dengan baik di lima penendang pertama, pun begitu halnya dengan dua eksekutor tambahan, Diogo Dalot dan Nemanja Matic. Sayangnya, tidak ada tembakan penalti Derby County yang bisa ditahan oleh Lee Grant sehingga penalti terus berlanjut.

Jones akhirnya menentukan kekalahan Manchester United setelah tembakannya berhasil dibendung Scott Carson. Bailly sendiri tidak mendapat kesempatan menendang penalti di laga tersebut.

Mourinho juga menyoroti kegagalan Manchester United memastikan kemenangan di waktu normal sehingga harus bertaruh lewat adu penalti.

“Kami tidak mencetak gol ketika kami seharusnya mampu melakukannya di babak pertama. Kami punya kesempatan untuk memastikan kemenangan di pertandingan ini,” kata Mourinho.

Terlepas dari ucapan Mourinho yang yakin Manchester United bisa menang di waktu normal, faktanya ‘Setan Merah’ justru jadi tim yang nyaris kalah di waktu normal.

Gol Juan Mata di menit ketiga berhasil dibalas oleh Harry Wilson dan Jack Marriot. Manchester United baru bisa mencetak gol di injury time menit kelima pada akhir babak kedua lewat Marouane Fellaini.

Timnas Indonesia Tak Mau Remehkan Vietnam di Piala Asia U-16

Timnas Indonesia Tak Mau Remehkan Vietnam di Piala Asia U-16

Pelatih Timnas Indonesia U-16 Fakhri Husaini menegaskan timnya tak akan meremehkan Vietnam dalam laga kedua Piala Asia U-16 2018 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Senin (24/9).

Fakhri berharap daya juang dan gaya bermain seperti melawan timnas Iran U-16 kembali bisa diulang Timnas Indonesia U-16 ketika meladeni perlawanan timnas Vietnam U-16. Saat itu Amanar Abdillah dan kawan-kawan menunjukkan permainan yang sabar dan tidak terburu-buru ketika menjalani laga pertama pada Piala Asia U-16 2018.

Sebagai sebuah tim, pasukan Garuda Asia tampak paham momen-momen mengontrol penguasaan bola dan waktu yang pas untuk menyerang. Ketenangan 11 pemain dan kedua sisi sayap yang hidup juga terlihat sebagai nilai plus Timnas Indonesia U-16.

Tak pelak, Fakhri memuji tim dan berharap anak asuhnya mengulang penampilan dengan standar serupa ketika menjalani pertandingan kedua yang akan berlangsung Senin (24/9).

“Itu salah satu cara kami main, kami memanfaatkan transisi positif, ketika kehilangan bola juga harus jemput bola kembali kapan kami ball possesion kapan kami ball progression, ya ini cara main kami. Saya berharap apa yang mereka perlihatkan ketika lawan Iran bisa ditunjukkan kembali ketika melawan Vietnam,” tutur pelatih 52 tahun itu selepas menjalani latihan Minggu (23/9) sore di 3K Sports Complex, Selangor.

Fakhri mengakui anak asuhnya harus berada pada level performa terbaik untuk menghadapi Vietnam, karena sang lawan memiliki kemampuan yang tidak bisa dipandang remeh. Rekor tiga kali bertemu Vietnam tanpa pernah kalah pun tidak digubris Fakhri demi kepastian anak asuhnya lolos ke fase selanjutnya.

“Vietnam tim yang kompak, sama seperti kami. Tim yang sama juga, mulai dari Tien Phong kami bertemu mereka, kemudian di Genesys, kemudian di AFF kemarin, mereka punya materi cukup bagus, basic sepak bola baik.”

“Tentu laga besok akan jadi laga ketat. Saya tidak pernah melihat tiga laga sebelumnya, menurut saya itu sudah masa lalu. Saya enggak berpikir itu,” ucapnya.

Sebelumnya Fakhri mengatakan pertemuan dengan Vietnam yang cukup sering membuat laga berjalan tak ubahnya seperti laga uji tanding karena kedua kesebelasan seperti sudah mengetahui kekuatan dan kelemahan masing-masing.

Namun Timnas Indonesia U-16 tetap melakukan analisis video jelang pertandingan menghadapi Vietnam untuk mempelajari permainan lawan yang ternyata melakukan perombakan skuat.

Beberapa pemain inti timnas Vietnam yang dipasang pada Piala AFF U-16 2018 lalu tidak dibawa pada Piala Asia U-16 2018, di antaranya seperti penyerang Vo Nguyen Hoang dan Doan Minh Nuth, serta gelandang Vo Ming Dan dan Trinh Van Chung.

Vietnam untuk sementara berada di peringkat ketiga Grup C setelah mengalami kekalahan 0-1 dari India pada laga pertama.

Rata-rata Gol Messi Lebih Bagus dengan Berewok

Rata-rata Gol Messi Lebih Bagus dengan Berewok

Megabintang Lionel Messi memiliki rata-rata gol yang lebih bagus di Barcelona saat memiliki berewok. Jelang laga Barcelona vs Girona, Senin (24/9) dini hari, Messi mencukur berewoknya.

Lionel Messi mencukur berweok yang dipeliharanya dalam dua tahun belakangan jelang pertandingan La Liga pekan kelima. Dalam sesi latihan Barcelona pada Sabtu (22/9) waktu setempat, hanya tersisa tipis berewok kapten timnas Argentina itu.

Padahal, berdasarkan statistik dari Bleacher Report, Messi memiliki rata-rata gol yang lebih bagus saat memiliki berewok.

Pemain berjuluk La Pulga itu kali pertama tampil dengan berewok pada 2016 saat menjalani pemusatan latihan bersama timnas Argentina jelang Copa America Centenario.

Selama itu Messi sukses mencetak 106 gol dalam 112 pertandingan bersama Blaugrana di semua kompetisi. Itu artinya Messi mencetak rata-rata 0,95 gol per pertandingan. Salah satu bukti terbarunya Messi menorehkan hattrick ke gawang PSV Eindhoven saat Barcelona menang 4-0 di Liga Champions.

 

Sedangkan ketika tanpa berewok, Messi mencetak 453 gol dari 531 laga sejak 2004-206. Catatan itu membuat pemain 31 tahun tersebut memiliki rataan gol hanya 0,85 gol per pertandingan.

Para netizen khususnya di jejaring sosial Twitter pun merespons keputusan Messi yang mencukur berewoknya itu. Ada yang mengaitkan keberuntungan Messi tanpa berewok bisa kembali membawa Barcelona juara Liga Champions ini.


Keyakinan itu lumrah, mengingat sang bintang sukses mempersembahkan empat gelar Liga Champions untuk Barcelona pada musim 2005/2006, 2008/2009, 2010/2011, dan 2014/2015 saat belum memiliki berewok.

“Messi mencukur berewoknya. Raja tidak main-main, Liga Champions akan kembali ke Barcelona,” tulis akun @josephtonner67.