Mourinho Punya Firasat MU Gagal Saat Lihat Phil Jones

Mourinho Punya Firasat MU Gagal Saat Lihat Phil Jones

Manajer Manchester United Jose Mourinho mengaku sudah punya firasat MU bakal gagal di Piala Liga saat melihat adu penalti tetap berlanjut setelah penendang kelima.

Manchester United tersingkir lantaran kalah 7-8 dalam drama adu penalti lawan Derby County di Piala Liga. Mourinho mengaku sudah menyiapkan para pemainnya untuk melakukan adu penalti namun ia tak memperkirakan adu penalti bisa berlangsung dalam durasi yang lama.

“Kami latihan penalti. Namun ketika kami melewati penalti keenam, saya tahu bahwa kami dalam masalah dengan [Eric] Bailly dan [Phil] Jones,” ucap Mourinho kepada Sky Sports seperti dikutip dari Metro.

Manchester United berhasil menjalankan drama adu penalti dengan baik di lima penendang pertama, pun begitu halnya dengan dua eksekutor tambahan, Diogo Dalot dan Nemanja Matic. Sayangnya, tidak ada tembakan penalti Derby County yang bisa ditahan oleh Lee Grant sehingga penalti terus berlanjut.

Jones akhirnya menentukan kekalahan Manchester United setelah tembakannya berhasil dibendung Scott Carson. Bailly sendiri tidak mendapat kesempatan menendang penalti di laga tersebut.

Mourinho juga menyoroti kegagalan Manchester United memastikan kemenangan di waktu normal sehingga harus bertaruh lewat adu penalti.

“Kami tidak mencetak gol ketika kami seharusnya mampu melakukannya di babak pertama. Kami punya kesempatan untuk memastikan kemenangan di pertandingan ini,” kata Mourinho.

Terlepas dari ucapan Mourinho yang yakin Manchester United bisa menang di waktu normal, faktanya ‘Setan Merah’ justru jadi tim yang nyaris kalah di waktu normal.

Gol Juan Mata di menit ketiga berhasil dibalas oleh Harry Wilson dan Jack Marriot. Manchester United baru bisa mencetak gol di injury time menit kelima pada akhir babak kedua lewat Marouane Fellaini.

Timnas Indonesia Tak Mau Remehkan Vietnam di Piala Asia U-16

Timnas Indonesia Tak Mau Remehkan Vietnam di Piala Asia U-16

Pelatih Timnas Indonesia U-16 Fakhri Husaini menegaskan timnya tak akan meremehkan Vietnam dalam laga kedua Piala Asia U-16 2018 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Senin (24/9).

Fakhri berharap daya juang dan gaya bermain seperti melawan timnas Iran U-16 kembali bisa diulang Timnas Indonesia U-16 ketika meladeni perlawanan timnas Vietnam U-16. Saat itu Amanar Abdillah dan kawan-kawan menunjukkan permainan yang sabar dan tidak terburu-buru ketika menjalani laga pertama pada Piala Asia U-16 2018.

Sebagai sebuah tim, pasukan Garuda Asia tampak paham momen-momen mengontrol penguasaan bola dan waktu yang pas untuk menyerang. Ketenangan 11 pemain dan kedua sisi sayap yang hidup juga terlihat sebagai nilai plus Timnas Indonesia U-16.

Tak pelak, Fakhri memuji tim dan berharap anak asuhnya mengulang penampilan dengan standar serupa ketika menjalani pertandingan kedua yang akan berlangsung Senin (24/9).

“Itu salah satu cara kami main, kami memanfaatkan transisi positif, ketika kehilangan bola juga harus jemput bola kembali kapan kami ball possesion kapan kami ball progression, ya ini cara main kami. Saya berharap apa yang mereka perlihatkan ketika lawan Iran bisa ditunjukkan kembali ketika melawan Vietnam,” tutur pelatih 52 tahun itu selepas menjalani latihan Minggu (23/9) sore di 3K Sports Complex, Selangor.

Fakhri mengakui anak asuhnya harus berada pada level performa terbaik untuk menghadapi Vietnam, karena sang lawan memiliki kemampuan yang tidak bisa dipandang remeh. Rekor tiga kali bertemu Vietnam tanpa pernah kalah pun tidak digubris Fakhri demi kepastian anak asuhnya lolos ke fase selanjutnya.

“Vietnam tim yang kompak, sama seperti kami. Tim yang sama juga, mulai dari Tien Phong kami bertemu mereka, kemudian di Genesys, kemudian di AFF kemarin, mereka punya materi cukup bagus, basic sepak bola baik.”

“Tentu laga besok akan jadi laga ketat. Saya tidak pernah melihat tiga laga sebelumnya, menurut saya itu sudah masa lalu. Saya enggak berpikir itu,” ucapnya.

Sebelumnya Fakhri mengatakan pertemuan dengan Vietnam yang cukup sering membuat laga berjalan tak ubahnya seperti laga uji tanding karena kedua kesebelasan seperti sudah mengetahui kekuatan dan kelemahan masing-masing.

Namun Timnas Indonesia U-16 tetap melakukan analisis video jelang pertandingan menghadapi Vietnam untuk mempelajari permainan lawan yang ternyata melakukan perombakan skuat.

Beberapa pemain inti timnas Vietnam yang dipasang pada Piala AFF U-16 2018 lalu tidak dibawa pada Piala Asia U-16 2018, di antaranya seperti penyerang Vo Nguyen Hoang dan Doan Minh Nuth, serta gelandang Vo Ming Dan dan Trinh Van Chung.

Vietnam untuk sementara berada di peringkat ketiga Grup C setelah mengalami kekalahan 0-1 dari India pada laga pertama.

Rata-rata Gol Messi Lebih Bagus dengan Berewok

Rata-rata Gol Messi Lebih Bagus dengan Berewok

Megabintang Lionel Messi memiliki rata-rata gol yang lebih bagus di Barcelona saat memiliki berewok. Jelang laga Barcelona vs Girona, Senin (24/9) dini hari, Messi mencukur berewoknya.

Lionel Messi mencukur berweok yang dipeliharanya dalam dua tahun belakangan jelang pertandingan La Liga pekan kelima. Dalam sesi latihan Barcelona pada Sabtu (22/9) waktu setempat, hanya tersisa tipis berewok kapten timnas Argentina itu.

Padahal, berdasarkan statistik dari Bleacher Report, Messi memiliki rata-rata gol yang lebih bagus saat memiliki berewok.

Pemain berjuluk La Pulga itu kali pertama tampil dengan berewok pada 2016 saat menjalani pemusatan latihan bersama timnas Argentina jelang Copa America Centenario.

Selama itu Messi sukses mencetak 106 gol dalam 112 pertandingan bersama Blaugrana di semua kompetisi. Itu artinya Messi mencetak rata-rata 0,95 gol per pertandingan. Salah satu bukti terbarunya Messi menorehkan hattrick ke gawang PSV Eindhoven saat Barcelona menang 4-0 di Liga Champions.

 

Sedangkan ketika tanpa berewok, Messi mencetak 453 gol dari 531 laga sejak 2004-206. Catatan itu membuat pemain 31 tahun tersebut memiliki rataan gol hanya 0,85 gol per pertandingan.

Para netizen khususnya di jejaring sosial Twitter pun merespons keputusan Messi yang mencukur berewoknya itu. Ada yang mengaitkan keberuntungan Messi tanpa berewok bisa kembali membawa Barcelona juara Liga Champions ini.


Keyakinan itu lumrah, mengingat sang bintang sukses mempersembahkan empat gelar Liga Champions untuk Barcelona pada musim 2005/2006, 2008/2009, 2010/2011, dan 2014/2015 saat belum memiliki berewok.

“Messi mencukur berewoknya. Raja tidak main-main, Liga Champions akan kembali ke Barcelona,” tulis akun @josephtonner67.

Madrid Diklaim Ingin Permalukan Atletico di Liga Champions

Madrid Diklaim Ingin Permalukan Atletico di Liga Champions

 

 

 

 

 

 

 

Real Madrid diklaim membidik rival sekota Atletico Madrid sebagai lawan yang harus dikalahkan di final Liga Champions 2018/2019.

Liga Champions musim ini baru saja dimulai. Tetapi Real Madrid sudah membidik lawan yang harus mereka kalahkan di pertandingan puncak nanti.

Menurut laporan El Confidencial dikutip dari Sport Bible, Presiden Madrid Florentino Perez disebut-sebut sangat ingin tim asuhan Julen Lopetegui ini bertemu Atletico di final Liga Champions 2018/2019.

Salah satu alasan Madrid ingin melawan Atletico karena El Real berniat mempermalukan Los Rojiblancos di kandangnya sendiri. Final Liga Champions musim ini akan digelar di kandang Atletico, Stadion Wanda Metropolitano. Dengan mengalahkan Atleltico dalam laga Derby Madrid di stadion tersebut, maka Madrid akan mewujudkan mimpi suporter mereka.

Di era Liga Champions Madrid dan Atletico sudah dua kali bertemu di final, musim 2013/2014 dan 2015/2016. Dalam dua kesempatan itu Karim Benzema dan kawan-kawan sukses menjadi pemenang.

Sementara itu pelatih Madrid Julen Lopetegui tidak merasakan keinginan Florentino Perez sebagai beban. Meski ditinggal Zinedine Zidane dan Cristiano Ronaldo usai menjadi juara Liga Champions tiga kali beruntun, Madrid tetap masih lapar.

“Itu membuat saya merasa bangga, bertanggung jawab dan sangat bersemangat tentang kompetisi yang saya tidak perlu menjelaskan apa artinya bagi kami, dan apa arti Real Madrid bagi Liga Champions,” kata Lopetegui dikutip dari Sport Bible.

“Anda hanya bisa mengangkat topi kepada para pemain dan pelatih mereka [untuk memenangkan tiga trofi Liga Champions berturut-turut],” Lopetegui menambahkan.

Bagi Lopetegui hal yang wajar tim seperti Madrid menginginkan trofi Liga Champions setiap musimnya.