Bersabarlah pada Mourinho

Bersabarlah pada Mourinho

Jose Mourinho dinilai masih butuh waktu untuk membuat Manchester United lebih baik lagi. Para pendukungnya pun diminta bersabar.

Mourinho bersama MU-nya, baru saja menelan kekalahan 0-1 dari Chelsea di Stamford Bridge, Minggu (5/11/2017). Gol tunggal The Blues dicetak Alvaro Morata pada menit ke-55.

Kekalahan itu membuat MU masih tertahan di posisi dua dengan raihan 23 poin, tertinggal delapan poin dari tetangganya, Manchester City. Sebelumnya City sukses membekuk Arsenal 3-1 untuk mengukuhkan posisinya di puncak klasemen.

Kondisi itu membuat Mourinho menjadi sorotan. Maklum, setelah musim lalu memberi MU tiga gelar, yakni Community Shield, Piala Liga Inggris, dan Liga Europa, Mourinho diharapkan membawa Setan Merah lebih sukses di Premier League musim ini.

Mantan bek Chelsea, Marcel Desailly, mengatakan, biar bagaimanapun, Mourinho masih membutuhkan waktu untuk membuat MU kembali hebat. Ada beberapa masalah yang dinilai masih menghambat kinerjanya.

“Dia harus tetap menjadi Mourinho. Dia tahu kapasitas timnya,” Desailly mengatakan kepada Omnisport, seperti yang dilansir FourFourTwo.

“Dia terlihat belum mendapatkan tim seperti yang diinginkannya, seperti ketika Anda membandingkannya dengan Pep Guardiola [manajer Manchester City], yang bisa memilih pemain mana saja yang ingin dibawa dan dibuang. Mourinho, dia masih mengurusi beberapa pemain yang sebenarnya tidak ia inginkan dalam sistemnya.”

“Dia sudah bekerja dengan baik, jadi mudah-mudahan United bisa bersinar lagi seperti di masa-masa Alex Ferguson. Tapi itu sulit. Setiap waktu, setiap pertandingan, ada sejarah besar di pundak seluruh pemain dan manajer. Jadi, berilah dia waktu,” Desailly menegaskan.

Nantikan Pertarungan dengan Verstappen, Hamilton: Semoga Mesin Red Bull Meningkat

Nantikan Pertarungan dengan Verstappen, Hamilton: Semoga Mesin Red Bull Meningkat

Lewis Hamilton menantikan duel dengan Max Verstappen di masa yang akan datang. Dia mengakui Verstappen punya talenta besar untuk jadi juara dunia.

Hamilton sudah mengunci gelar juara dunia musim 2017 ini dengan dua balapan tersisa. Musim ini Sebastian Vettel dari Ferrari menjadi pesaing terdekat untuk pebalap Mercedes itu.

Dalam beberapa musim ke depan, Hamilton mengantisipasi pertarungan gelar juara dunia dengan Verstappen. Dalam beberapa musim terakhir, Verstappen memang dinilai sudah menunjukkan potensi besar.

Musim ini bareng Red Bull, pebalap 20 tahun itu ada di posisi enam klasemen kejuaraan dunia. Dia juara di Malaysia dan Meksiko, serta naik podium tiga di China.

Tapi pebalap asal Belanda itu juga banyak kehilangan poin. Dia tujuh kali gagal finis, sehingga tak bisa bersaing secara konsisten di kejuaraan dunia.

“Saya rasa Max adalah pebalap yang luar biasa. Dia mengemudi dengan fantastis dan bisa melihat kemampuan balapnya di awal balapan itu menakjubkan,” kata Hamilton dikutip Crash.

“Saya menantikan untuk menjalani pertarungan dengannya dan menyenangkan bisa melihat Red Bull kembali di persaingan teratas, dan Christian (Horner) berkunjung untuk menyelamati kami, yang mana sangat disambut.”

“Saya harap mereka punya mesin yang lebih baik tahun depan dan mereka lebih terlihat di persaingan. Saya rasa itu akan bagus untuk olahraga ini. Anda punya potensi seorang juara dunia dalam diri Max dan dia cuma akan lebih tangguh lagi seiring bertambahnya usia karena dia punya bakat mentah yang besar.

Madrid Menang, Ronaldo Masih Kecewa

Madrid Menang, Ronaldo Masih Kecewa

Cristiano Ronaldo kembali gagal mencetak gol untuk Real Madrid di ajang La Liga. Meski El Real menang, Ronaldo tidak akan sepenuhnya senang.

Real Madrid berhasil mengalahkan Las Palmas 3-0 di Santiago Bernabeu, Senin (6/11/2017) dinihari WIB, lewat gol-gol Casemiro, Marco Asensio, dan Isco.

Tak ada nama Ronaldo di papan skor pada laga ini. Padahal, di laga tersebut pria asal Portugal itu melepaskan delapan tembakan dengan satu yang mengarah ke gawang. Jumlah terebut menjadikan Ronaldo sebagai pemain Madrid dengan jumlah tembakan terbanyak.

Ronaldo pun disebut-sebut kapten Madrid, Ramos, kesal karena tak juga menambah gol di La Liga. Saat ini dia baru mencetak satu gol dari tujuh laga, sama seperti catatan Karim Benzema.

“Ronaldo dan Benzema akan mencetak gol. Karim jauh lebih tidak egois soal ini. Ronaldo pastinya pulang ke rumah dengan rasa kecewa ketika dia tak mencetak gol.

“Namun jangan khawatir jika mereka cuma mencetak beberapa gol, karena mereka membuat perbedaan dan yang terpenting adalah menang. Gol itu akan tiba,” sambungnya.

Kemenangan atas Las Palmas juga membuat rasa percaya diri Madrid menjadi tinggi kembali. Ini adalah kemenangan pertama El Real setelah pada dua laga sebelumnya berturut-turut kalah di tangan Girona dan Tottenham Hotspur.

“Tim bermain untuk kemenangan sejak menit pertama. Las Palmas terus bertahan dan usai gol pertama terjadi, mereka coba melepas serangan balik. Kami memanfaatkan ruang yang ada dan kemenangan ini amat penting untuk kami,” tegas si kapten.

Mourinho Tetap Santai meski Manchester United Keok dari Chelsea

Mourinho Tetap Santai meski Manchester United Keok dari Chelsea

London – Manajer Manchester United, Jose Mourinho, tetap santai meski timnya menelan kekalahan 0-1 dari Chelsea pada laga pekan ke-11 Premier League 2017-2018 di Stamford Bridge, Minggu (5/11/2017).

Melawat ke markas The Blues, Manchester United dibuat tak berkutik. Gol Alvaro Morata pada menit ke-55 membuat The Red Devils pulang dari lawatan ke Kota London dengan kekalahan 0-1.

Hasil minor tersebut tidak mengubah posisi Manchester United di peringkat kedua klasemen sementara Premier League dengan koleksi 23 poin. Romelu Lukaku dan kawan-kawan berselisih delapan angka dari Manchester City di puncak.

“Kami masih menempati peringkat kedua, tidak berada di posisi kelima, keenam, ketujuh, atau kedelapan. Terdapat beberapa tim yang memiliki posisi lebih buruk dibandingkan kami,” tutur Mourinho kepada Sky Sports.

“Kami memiliki selisih delapan poin dari pemuncak klasemen. Namun, kami menghadapi Tottenham Hotspur, Liverpool, dan Chelsea tanpa diperkuat para pemain terbaik,” tambahnya.

Hasil tersebut juga menambah daftar panjang catatan negatif Manchester United ketika bertandang ke markas Chelsea. Dari 16 lawatan terakhir ke Stamford Bridge, The Red Devils hanya satu kali membawa pulang tiga poin.

Arsenal Takluk dari City, Wenger Salahkan Wasit

Arsenal Takluk dari City, Wenger Salahkan Wasit

Manchester – Manajer Arsenal, Arsene Wenger, menyebut kinerja wasit yang buruk membuat timnya kalah 1-3 dari Manchester City pada laga pekan ke-11 Premier League 2017-2018 di Etihad Stadium, Minggu (5/11/2017).

Arsenal kebobolan dua gol akibat kepemimpinan wasit yang kontroversial. Salah satunya adalah penalti yang diberikan kepada Manchester City pada menit ke-49.

Wenger menganggap penalti itu tidak layak diberikan. Manajer asal Prancis itu yakin Raheem Sterling melakukan aksi diving untuk mendapatkan tendangan 12 pas.

“Menurut saya, hal itu seharusnya tidak penalti. Anda dapat melihat Sterling pura-pura terjatuh dengan baik,” kata Wenger setelah laga usai.

Selain itu, Wenger juga menganggap gol ketiga Manchester City berbau offside. Sang manajer merasa The Citizens diuntungkan karena berstatus tim tuan rumah.

“Gol ketiga mereka jelas offside. Saya merasa kecewa karena kami bersemangat ketika masih tertinggal 1-2. Mereka mendapatkan keuntungan karena bermain di kandang,” ujar Wenger.

“Musim lalu, kami kalah melalui dua gol offside di sini. Sekarang, gol ketiga mereka yang merugikan kami. Wasit tidak bekerja dengan baik, kualitas mereka menurun setiap musim,” tambahnya.

Kekalahan dari Manchester City membuat Arsenal turun satu peringkat ke posisi enam klasemen sementara Premier League. The Gunners mengumpulkan 19 poin dari 11 pertandingan.

Mata: Lukaku Bisa Jadi Drogba-nya MU

Mata: Lukaku Bisa Jadi Drogba-nya MU

Juan Mata meyakini Romelu Lukaku bisa berperan penting di Manchester United. Dia menyebut sama seperti Didier Drogba di Chelsea.

Lukaku dibeli MU dari Everton di bursa transfer lalu sebesar 75 juta pound sterling. Striker asal Belgia sudah menyumbang 11 gol sejauh ini.

Penampilan impresif itu membuat Lukaku disamakan dengan Drogba, legenda striker Chelsea. Mulai dari perawakan hingga gaya main keduanya dinilai mirip.

Yang membedakan, Drogba memang menjadi sosok pembeda di Chelsea. Gol-golnya kadang bisa memecah kebuntuan, plus punya sikap kepemimpinan yang bagus di lapangan.

Mata yang pernah bermain dengan Drogba di Chelsea, meyakini Lukaku bisa mengikuti jejak Drogba. Ia pun berharap banyak padanya.

“Lukaku adalah striker sensasional dan saya tidak berpikir kalau dia sudah membuat orang-orang terkejut. Anak ini selalu memperlihatkan kalau dia punya talenta untuk dieksploitasi. Bahkan ketika masih di Chelsea, Anda bisa melihat kualitasnya yang luar biasa dan ambisinya untuk mencetak gol,” Mata mengatakan seperti yang dilansir Mirror.

“Tahun ini dia membuktikannya dan melakukannya. Dia masih muda, tapi punya gaya yang begitu mirip dengan Drogba, tidak perlu diragukan soal itu, dan dia juga punya potensi yang hebat.”

“Bukan cuma gayanya saja yang mirip. Didi sangat karismatik di Chelsea, sangat penting bagi tim dan Lukaku bisa sama sepertinya. Dia berada di jalan yang tepat. Saya sangat mengharapkan hal-hal besar darinya musim ini,” gelandang asal Spanyol menambahkan.

MU akan melawat ke markas Chelsea, Minggu (5/11/2017) malam WIB. Lukaku jelas akan menjadi andalan membobol gawang The Blues di Stamford Bridge.

Bukan Pergantian Pemain, Ini Kisah tentang Pergantian Wasit

Bukan Pergantian Pemain, Ini Kisah tentang Pergantian Wasit

Pergantian pemain adalah hal lazim dalam pertandingan sepakbola. Tapi ada kalanya pula pergantian itu tak melibatkan pemain melainkan wasit. Seperti kisah ini.

Hal itu terjadi dalam pertandingan Premier League antara Stoke City lawan Leicester City yang dilangsungkan Bet365 Stadium.

Pada awalnya laga itu dipimpin oleh Robert Madley sebagai pengadil lapangan. Tapi Madley kemudian terpaksa minta diganti di babak pertama akibat mengalami cedera paha.

Sebagai pengganti, masuklah Jon Moss yang sebelumnya jadi wasit keempat. Saat proses pergantian itu dilakukan, Madley sekaligus mengoper kartu-kartu dan buku catatan resmi yang ia pegang kepada Moss.

Madley sendiri pada prosesnya mengambil alih peran Moss sebagai wasit keempat. Usai membalut tubuh dengan jaket, ia bersiaga di tepi lapangan, berharap mengangkat-angkat papan pergantian pemain dan waktu injury time tidak membuatnya tambah cedera.

 

Cuadrado Sebut Seretnya Gol Dybala Terlalu Dibesar-besarkan

Cuadrado Sebut Seretnya Gol Dybala Terlalu Dibesar-besarkan

Winger Juventus Juan Cuadrado menegaskan bahwa Paulo Dybala tetap tenang meski sedang dalam periode seret gol. Menurutnya tak ada masalah dengan Dybala.

Dybala sempat mengawali musim 2017/2018 dengan sangat baik. Penyerang asal Argentina itu mencetak 10 gol dalam enam pertandingan pertama di Serie A.

Tapi Dybala lebih sering absen dari papan skor belakangan ini. Dia hanya bikin satu gol dalam delapan pertandingan terakhir dan kerap terlihat frustrasi di atas lapangan.

Soal Dybala, Cuadrado menyebut bahwa tidak ada masalah pada rekan setimnya itu. Dybala disebutnya tetap tenang dan berlatih dengan baik meski sedang jadi sorotan.

“Saya selalu melihatnya dalam kondisi sangat baik. Saya pikir kadang-kadang orang terlalu membesar-besarkan sesuatu. Dia sangat tenang dan dia berlatih dengan sangat baik,” Cuadrado mengatakan kepada Sky dan dilansir oleh Football Italia.

“Kami tahu seperti apa dirinya dan apa yang dia berikan kepada kami, meski tidak mencetak gol. Dia jelas membuat perbedaan dalam permainan dan dia membiarkan yang lain mencetak gol, dia selalu memberi kami sesuatu yang lebih.”

“Kami tahu dia luar biasa, kadang ada momen-momen seperti ini dan dia hanya harus menghadapinya dengan ketenangan. Dia masih sama. Dia selalu tertawa dan bercanda, selalu berlatih dengan baik. Tidak ada apa-apa, dia tahu apa yang harus dia lakukan.

Guardiola Tak Tertarik Patahkan Rekor The Invincibles Milik Arsenal

Guardiola Tak Tertarik Patahkan Rekor The Invincibles Milik Arsenal

Manchester City digadang-gadang bisa melewati Premier League tanpa terkalahkan seperti ‘The Invincibles’ Arsenal. Tapi Pep Guardiola tak tertarik dengan rekor itu.

Arsene Wenger pernah memimpin Arsenal melewati Premier League 2003/2004 tanpa sekalipun tersentuh kekalahan. Mereka pada akhirnya keluar sebagai juara di musim tersebut.

Arsenal kemudian melanjutkan laju tak terkalahkannya itu di musim berikutnya. Thierry Henry dkk. pada akhirnya melewati 49 pertandingan Premier League tanpa terkalahkan.

Melihat performa sejauh ini, City pun mulai disebut-sebut berpotensi mengulang catatan tersebut. Dalam 10 pertandingan Premier League yang sudah dilewati, The Citizens belum terkalahkan dengan mencatatkan sembilan kemenangan dan satu hasil imbang.

Tapi Guardiola tak tertarik untuk mematahkan rekor tersebut. Guardiola juga menyebut Wenger tak perlu khawatir rekornya bakal dipecahkan.

“Saya ingin bilang kepada Arsene bahwa rekor ini miliknya. Kami tidak akan mematahkannya. Dia harus tenang dan yakin bahwa ini tidak akan terjadi.

Rekor itu milik timnya, tim yang istimewa, karena melewati Premier League tanpa terkalahkan adalah sesuatu yang fantastis.”

“Rekor itu miliknya. Dia harus tahu bahwa kami tidak ingin mematahkan rekor ini. Kami ingin bermain bagus dan mengalahkannya di hari Minggu. Itulah yang ingin kami lakukan,” ucapnya.

City akan menjamu Arsenal di lanjutan Premier League, Minggu (5/11/2017) malam WIB. Mampukah City melanjutkan laju tak terkalahkannya

‘Permainan Defensif Mourinho Sudah Terbukti Hasilkan Banyak Gelar’

‘Permainan Defensif Mourinho Sudah Terbukti Hasilkan Banyak Gelar’

Jose Mourinho mendapat kritik karena gaya bermain Manchester United yang defensif. Dia mendapatkan pembelaan karena cara itu terbukti menghasilkan banyak gelar.

Setelah beberapa kali menang dengan skor besar di awal musim, MU mulai seret gol. Beberapa kali Setan Merah cuma menang tipis 1-0, akibat strategi serangan balik.

Keputusan Mourinho menerapkan strategi itu terbukti menuai hasil positif saat melawan Tottenham Hotspur akhir pekan lalu. Mereka menang dengan skor akhir 1-0.

Beberapa fans MU mengkritik permainan MU, dengan cemoohan yang dilakukan di dalam stadion. Mourinho pun membalas hal itu dengan komentar pedasnya.

Menatap pertandingan Chelsea melawan MU di Stamford Bridge, Minggu (5/11/2017) akhir pekan ini, Mourinho mendapatkan pembelaan dari pilar lini tengah Chelsea, Danny Drinkwater.

“Saya merupakan pemain yang cenderung untuk tak banyak menyoroti hal itu. Tapi, sejarahnya mendapatkan hasil-hasil bagus sudah berbicara sendiri. Dia mempunyai rekor bagus, tapi semoga kami akan bisa melakukan tugas dengan baik saat melawannya di hari Minggu

Ini merupakan musim yang panjang, tapi dalam hal tiga poin, itu merupakan salah satu yang bernilai besar. Mereka mempunyai banyak kekuatan.”

“Mereka merupakan tim dengan kualitas top dengan banyak individu berkualitas dan beberapa pemain besar dan kuat. Jadi kedatangan mereka akan menyulitkan,” dia menambahkan.

Mourinho meraih kesuksesan besar klub-klub yang dilatihnya sebelumnya,FC Porto, Chelsea, Real Madrid, dan Inter Milan. Kesuksesan terbesar didapat bersama Nerazzurri saat berhasil memenangi treble pada musim 2009/2010.