Manajer MU Bicara soal Peta Persaingan Liga Inggris Musim Ini

Manajer MU Bicara soal Peta Persaingan Liga Inggris Musim Ini

Jakarta Manajer Manchester United (MU) Jose Mourinho berbicara soal peluang-peluang tim di Liga Inggris. Pelatih asal Portugal itu menyebut, ada 4 tim yang memiliki kans besar di kompetisi ini.

“Saya harus mengatakan, semua tim sangat baik. Tadi, saya akan mengatakan ada empat tim yang sangat bagus, dan satu akan keluar dari Liga Champions,” kata pelatih MU ini, kepada media sebelum pertandingan melawan Crystal Palace, Senin, 5 Maret 2018 nanti.

Mourinho sendiri berharap MU bisa bertahan di tempat kedua di Liga Inggris, meski ia sendiri tidak melihat perbedaan antara finis keempat atau sebagai runner-up.

“Kesenjangannya sangat pendek,” kata Mourinho. “Enam poin antara kedua dan kelima benar-benar sangat pendek dan terbuka untuk tim, tapi keempatnya masih di zona Liga Champions, jadi kami punya fokus lain, target lainnya.”

MU saat ini masih berada di urutan kedua klasemen sementara di bawah Manchester City. Musim ini buat MU sepertinya pelung lolos di zona Liga Champions sangat besar.

Peluang MU menjadi juara Liga Inggris musim ini memang terbilang sulit. Mereka tertinggal 16 poin dari City yang berada di puncak klasemen dengan 75 poin.

Saat ini, Setan Merah–julukan MU–berada di urutan kedua dengan 59 poin. Mereka juga belum aman berada di posisi kedua yang masih diincar empat tim lain, Liverpool, Tottenham Hotspur, Chelsea, dan Arsenal.

Kans MU musim ini justru ada di Liga Champions. Bek legendaris MU, Denis Irwin, merasa senang MU lolos di babak 16 besar Liga Champions.

Irwin menilai, MU punya kualitas untuk membawa trofi Liga Inggris ke Old Trafford pada musim ini. “Di Liga Champions, saya memasukkan MU ke dalam kandidat karena manajer (Mourinho) tahu caranya meraih kemenangan,” kata Irwin, dikutip dari Sports Mole.

Jalannya Tes di Qatar Bikin Iannone Amat Gembira

Jalannya Tes di Qatar Bikin Iannone Amat Gembira

Andrea Iannone tampil sebagai pebalap tercepat pada hari kedua tes MotoGP Qatar. Pebalap Suzuki Ecstar itu mengaku amat senang dengan jalannya tes di Qatar.

Iannone mencatatkan waktu terbaik 1 menit 54,586 detik di Sirkuit Losail, Jumat (2/3/2018). Dia mengungguli Andrea Dovizioso dan Marc Marquez yang masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga.

Iannone terhitung konsisten dalam tes di Qatar. Pada hari pertama, pebalap Italia itu berada di posisi ketiga di belakang Maverick Vinales dan Dovizioso.

Iannone merasa puas dengan apa yang dia raih. Namun, dia tak menampik masih ada yang harus diperbaiki dari motornya agar lebih kompetitif ketika kompetisi sesungguhnya dimulai.

“Di sini, sejak kemarin, motor ini telah memberi saya perasaan yang bagus. Saya lebih mampu mengendarainya dengan gaya saya biasanya dan kami tak terlalu kesulitan di mana kami tak punya pengereman keras,” kata Iannone seperti dikutip dari situs resmi Suzuki Racing.

“Hari ini saya menuntaskan simulasi balapan pendek dan itu cukup positif. Kami masih punya ruang untuk peningkatan, namun tim dan Suzuki melakukan pekerjaan dengan baik,” tambahnya.

“Kami telah mengambil semua informasi dari dua tes pertama dan mencoba membangun motor yang kompetitif. Sejauh ini saya sangat senang dengan situasi di Qatar!” kata mantan pebalap Ducati itu.

Karena Honda Selalu Jadi Prioritas Utama Marquez

Karena Honda Selalu Jadi Prioritas Utama Marquez

Marc Marquez belum lama ini memperpanjang kontraknya dengan Honda. Marquez mengaku Honda jadi satu-satunya opsi dia dan tak pernah berbicara dengan tim lain.

Pebalap berusia 25 tahun itu resmi mengikat komitmen selama dua tahun ke depan sampai 2020 pada pekan lalu. Bersama Honda, Marquez telah mencetak 35 kemenangan dan empat titel juara dunia di kelas primer.

Tentu saja, kami sudah berbicara beberapa bulan lalu dengan Honda,” ungkap Marquez di Crash. “Tapi saat itu aku sedikit menunggu untuk melihat bagaimana kami memulai pramusim, bagaimana kami mulai segalanya, terutama bagaimana tim, dan kami merasa nyaman, semuanya baik-baik saja.”

“Jadi pada akhirnya, aku mengikuti diriku sendiri, seperti yang sudah kukatakan, Honda akan selalu menjadi prioritas utama, dan satu-satunya opsi,” lanjut dia.

“Kami telah berbicara dengan mereka, kami bahagia, kedua pihak dan kami sudah meneken kontrak sampai 2020. Jadi sangat gembira bisa berada di tim yang sama yang memberiku kesempatan menjadi seorang pebalap MotoGP.”

Marquez disebutkan digaji sebesar delapan juta euro per tahunnya di kontrak lama. Kabarnya, Marquez meminta bayaran yang lebih tinggi daripada pebalap bergaji terbesar, Valentino Rossi, di kontrak terbaru.

“Tentu saja [gaji] ini rahasia, tapi iya, kedua pihak, kami gembira. Aku gembira di setiap aspek. Tentu saja, kita bisa mengatakannya tentang tim, motor, tapi juga aspek profesional,”

Pelatih Timnas Argentina Bantah Sudah Lupakan Dybala dan Icardi

Pelatih Timnas Argentina Bantah Sudah Lupakan Dybala dan Icardi

Buenos Aires – Pelatih timnas Argentina, Jorge Sampaoli, membantah telah melupakan dua bintang Serie A, Paulo Dybala dan Mauro Icardi. Keduanya memang tak dipanggil Tim Tango untuk laga uji coba melawan timnas Italia dan timnas Spanyol.

Timnas Argentina bakal meladeni timnas Italia dan timnas Spanyol pada kalender internasional FIFA Maret 2018. Lionel Messi dan kawan-kawan terlebih dulu menghadapi Gli Azzurri (23/3), sebelum bersua La Furia Roja empat hari berselang.

Pengumuman tersebut membuat sebagian pihak menganggap peluang Dybala dan Icardi untuk bermain di Piala Dunia 2018 sudah habis. Namun, Sampaoli justru memberikan pernyataan sebaliknya.

“Dybala, Alejandro Gomez (playmaker Atalanta), dan Icardi adalah pemain yang sangat kami kenal. Namun, kami ingin melihat perbandingan dari pemain lain. Dua laga itu tidak menentukan segalanya,” kata Sampaoli.

“Dybala merupakan pemain yang sangat berharga, tetapi baru sembuh dari cedera hamstring. Menurut saya, lebih baik dia mengevaluasi pemulihan cedera bersama klubnya, bukan dengan kami,” eks pelatih Sevilla itu melanjutkan.

Paulo Dybala telah 12 kali memperkuat timnas Argentina. Dari jumlah tersebut, Dybala belum pernah menyumbangkan gol untuk La Albiceleste.

Cuaca Dingin, Suporter Arsenal Bawa Selimut ke Stadion

Cuaca Dingin, Suporter Arsenal Bawa Selimut ke Stadion

Jakarta Terlepas dari hasil buruk yang diraih Arsenal saat menjamu Manchester City, Jumat (2/3/2018) dini hari WIB, terselip kisah menarik suporter yang hadir di Stadion Emirates. Bukan soal bagaimana suporter The Gunners bereaksi atas kekalahan itu, tapi lebih kepada upaya salah seorang pendukungnya dalam melawan hawa dingin sepanjang pertandingan berlangsung.

Seperti dilansir dari The Sun, cuaca dingin memang tengah melanda sebagian besar negara-negara Eropa. Hawa di Emirates Stadium bertambah dingin karena stadion berkapasitas 59,867 orang itu terlihat lengang saat Arsenal menjamu Manchester City.

Spekulasi mulai bermunculan. Banyak yang menganggap lengangnya stadion merupakan imbas dari kekalahan Arsenal atas Manchester City pada final Piala Liga Inggris, Minggu lalu. Para pendukung The Gunners memilih absen sebagai bentuk protes kepada timnya.

Namun, alasan lain juga mengemuka, yakni cuaca yang sedang tidak bersahabat. Seperti sejumlah negara Eropa lainnya, Inggris memang tengah dilanda musim dingin ekstrem. Salju tak hanya membuat suhu anjlok, tetapi mulai mengganggu jalur transportasi.

Memburuknya cuaca juga sempat mengancam pertandingan Arsenal Vs City. Duel ini, nyaris dibatalkan gara-gara dinginnya cuaca dan badai salju yang terus memburuk.

Akibatnya, tidak banyak suporter yang enggan bepergian ke luar rumah, apalagi menyaksikan pertandingan sepak bola. Suasana di Emirates tidak seperti biasanya. Seperti dilansir dari The Sun, stadion hanya terisi setengah. Banyak tampat duduk yang kosong.

Beragam upaya dilakukan para penonton untuk menghangatkan diri. Tidak hanya mengenakan pakaian tebal dan baju panas, salah seorang di antaranya juga membawa selimut. Seperti tengah menyaksikan pertandingan di rumah lewat televisi, pria tersebut dengan santai melilit tubuhnya dengan selimut sembari duduk santai di tribun penonton.

Aksinya pun sempat tertangkap kamera. Apalagi, posisinya sangat menyolok di tengah-tengah deretan bangku yang tak berpenghuni.

Sayang, permainan Arsenal tidak mampu juga menghangatkan hati para pendukung yang hadir. The Gunners kembali kalah 0-3 dari Manchester City dan menjauh dari zona Liga Champions. Saat ini, The Gunners berada di urutan keenam dengan 45 poin dari 28 laga.

Emirates Sepi Penonton, Wenger Maklum

Emirates Sepi Penonton, Wenger Maklum

Stadion Emirates sepi dari fans Arsenal kala mereka kalah dari Manchester City. Arsene Wenger sadar timnya harus memperbaiki performa agar suporter kembali datang ke stadion.

Ketika laga di Stadion Emirates dimainkan, Jumat (2/3/2018) dini hari WIB, terlihat banyak bangku penonton yang kosong. Stadion Emirates yang berkapasitas 59.867 penonton itu tak terisi sepenuhnya.

Melihat timnya dihajar 0-3 oleh City, suporter Arsenal yang ada di stadion pun menyuarakan kekecewaannya. Sorakan terdengar jelas usai babak pertama dan kedua berakhir.

Melihat keadaan tersebut, Wenger mencoba mengerti. Selain faktor cuaca yang amat dingin, performa Arsenal yang buruk diakui Wenger ikut berpengaruh terhadap antusiasme suporter.

“Anda tak bisa berada dalam euforia positif setelah apa yang terjadi di hari Minggu (kekalahan di final Piala Liga Inggris), kemudian malam ini. Cuaca juga menjelaskan kondisi yang ada,” ungkap Wenger kepada BBC.

“Kami fokus ke performa dan ketika ketika mendapatkan tekanan seperti ini, Anda harus memperlihatkan kuatnya organisasi dan bersatu, bukannya terpecah-belah. Anda harus tetap bersama, fokus, dan bekerja lebih keras demi mendapatkan kembali kepercayaan diri,” jelas sang manajer.

“Tak bisa mengharapkan fans berada dalam euforia setelah kekalahan 0-3. Kami harus menggaet fans dengan kualitas performa kami. Semua itu harus datang dari kami sendiri,” Wenger menegaskan.

Meski terlihat sepi penonton, Arsenal mengklaim bahwa kursi yang terisi pada laga tersebut mencapai 58.420. Pernyataan Arsenal itu langsung dipertanyakan oleh warganet.

Beri Sinyal Ingin Kembali ke Timnas, Ibrahimovic Akan Main di Piala Dunia?

Beri Sinyal Ingin Kembali ke Timnas, Ibrahimovic Akan Main di Piala Dunia?

Zlatan Ibrahimovic memberikan sinyal ingin kembali memperkuat timnas Swedia. Ia pun membuka peluang untuk tampil di Piala Dunia 2018.

Ibrahimovic memastikan pensiun dari timnas Swedia setelah Piala Eropa 2016. Meski demikian, ia masih aktif bermain di klub.

Namun karier Ibrahimovic belakangan ini di Manchester United juga tak mulus. Cedera lutut membuat striker berusia 36 tahun itu menepi dari lapangan hijau. Sepanjang musim ini, ia hanya bermain lima kali di Premier League.

Terlepas dari kiprahnya yang sedang menurun di klub, Ibrahimovic mengaku sangat ingin tampil kembali untuk timnas. Ia juga tak menutup kemungkinan untuk main di Piala Dunia 2018.

“Saya rindu timnas. Jika saya mau, saya bisa melakukannya (comeback ke timnas). Saya ingin merasa bahwa bisa memberikan performa yang baik,”

Kita lihat saja nanti, ini adalah pertanyaan yang sulit. Saya ingin merasa bahwa saya bisa tampil dan memberikan sesuatu. Saya tidak mau datang hanya karena saya seseorang. Pintu tidak tertutup untuk apapun

Ibrahimovic merupakan top skorer sepanjanga masa timnas Swedia dengan 62 gol. Ia juga tercatat tampil 116 kali bersama timnas.

Swedia sendiri menjadi tim yang mampu lolos ke Piala Dunia 2018 usai menyingkirkan Italia di play-off. Di Rusia, Swedia tergabung di Grup F bersama Jerman, Meksiko, dan Korea Selatan.

Liga Champions dan Liga Europa Punya Aturan Baru Mulai Musim Depan

Liga Champions dan Liga Europa Punya Aturan Baru Mulai Musim Depan

Liga Champions dan Liga Europa akan mengalami perubahan sistem distribusi tim mulai musim depan. Hal itu dilansir UEFA pada Selasa (27/2/2018).

Peserta Liga Champions 2018-2019 akan mengalami penambahan untuk tim yang lolos ke fase grup. Nantinya, 26 tim akan langsung lolos ke fase grup, temasuk juara Liga Champions dan Liga Europa musim sebelumnya. Sedangkan enam slot tersisa bisa didapat lewat kualifikasi.

Nantinya, 16 dari 26 tim yang lolos langsung ke fase grup Liga Champions menjadi milik urutan satu hingga empat La Liga, Bundesliga, Premier League, dan Serie A.

Sementara itu, dua tim teratas Ligue 1 dan Liga Rusia akan bermain di fase grup. Sisanya juara Liga Portugal, Liga Ukraina, Liga Belgia, dan Liga Turki akan melengkapi 26 tim yang bermain di fase grup Liga Champions.

Setiap tim yang tersingkir dari kualifikasi Liga Champions akan langsung lolos ke Liga Europa. Berbeda dengan saat ini yang hanya mulai kualifikasi ketiga Liga Champions.

Sementara itu, 17 tim akan langsung lolos ke fase grup Liga Europa 2018-2019, dengan 10 di antaranya adalah tim yang gugur dari kualifikasi Liga Champions. Akan ada babak pendahuluan sebelum kualifikasi Liga Champions dan Liga Europa.

Fase Grup Liga Champions

Juara bertahan Liga Champions
Juara bertahan Liga Europa
Empat besar La Liga, Bundesliga, Premier League, dan Serie A
Dua besar Ligue 1 dan Liga Rusia
Juara Liga Portugal, Liga Ukraina, Liga Belgia, dan Liga Turki

Fase Grup Liga Europa

Dua tim dari La Liga, Bundesliga, Premier League, Serie A, dan Ligue 1
Satu tim dari Liga Rusia, Liga Portugal, Liga Ukraina, Liga Belgia, dan Liga Turki

Jadwal Lengkap Liga Champions dan Liga Europa 2018-2019

26 Juni: Semifinal pendahuluan kualifikasi
29 Juni: Final pendahuluan kualifikasi
10/11 Juli: Kualifikasi pertama, leg pertama
17/18 Juli: Kualifikasi pertama, leg kedua
24/25 Juli: Kualifikasi kedua, leg pertama
31 Juli/1 Agustus: Kualifikasi kedua, leg kedua
7/8 Agustus: Kualifikasi ketiga, leg pertama
14 Agustus: Kualifikasi ketiga, leg kedua
21/22 Agustus: Play-off leg pertama
28/29 Agustus: Play-off leg kedua
18/19 September: Fase grup, matchday 1
2/3 Oktober: Fase grup, matchday 2
23/24 Oktober: Fase grup, matchday 3
6/7 November: Fase grup, matchday 4
27/28 November: Fase grup, matchday 5
11/12 Desember: Fase grup, matchday 6
12/13/19/20 February: 16 besar, leg pertama
5/6/12/13 March: 16 besar, leg kedua
9/10 April: Perempat final, leg pertama
16/17 April: Perempat final, leg kedua
30 April/1 Mei: Semifinal, leg pertama
7/8 Mei: Semifinal, leg pertama
1 Juni: Final, Estadio Metropolitano, Madrid

Andrea Dovizioso Pede Bisa Mengalahkan Marc Marquez

Andrea Dovizioso Pede Bisa Mengalahkan Marc Marquez

Bologna – Pebalap Ducati, Andrea Dovizioso, mengaku yakin bisa bersaing dengan Marc Marquez dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2018. Bahkan, rider asal Italia itu merasa bukan hal yang mustahil mengalahkan Marquez di lintasan.

“Marquez sangat kuat di usia semuda itu dan telah meraih gelar juara dunia. Apa yang sudah dia lakukan sulit ditandingi pebalap lain,” ujar Dovizioso dikutip dari GPXtra, Kamis (1/3/2018).

“Namun, bukan berarti Marquez tidak bisa dikalahkan. Pasti ada cara mengalahkannya dan itu bukan sebuah khayalan,” tutur mantan pebalap Repsol Honda tersebut.

Pada MotoGP 2017, Andrea Dovizioso bersaing ketat dengan Marquez dalam perburuan gelar juara dunia. Akan tetapi, Dovizioso takluk dari The Baby Alien setelah tak mampu menyelesaikan balapan pada seri terakhir di Valencia. Gelar juara dunia pun jatuh ke tangan Marc Marquez.

Henry Bisa Jadi ‘Guardiolanya’ Arsenal

Henry Bisa Jadi ‘Guardiolanya’ Arsenal

Eks Presiden Barcelona Joan Laporta ikut angkat bicara soal siapa yang layak menggantikan Arsene Wenger. Menurutnya, Thierry Henry layak diberi kesempatan.

Posisi Wenger sebagai manajer Arsenal terus digoyang. Kekalahan dari Manchester City di final Piala Liga Inggris membuat sorotan kepada Wenger kian tajam.

Di tengah masa depan Wenger yang terus dispekulasikan, Henry sempat mengungkap keinginannya untuk menangani Arsenal. Namun legenda The Gunners itu enggan berspekulasi terlalu jauh karena saat ini masih menjadi asisten pelatih timnas Belgia.

Soal pengganti Wenger, Laporta menilai Henry cocok untuk Arsenal. Laporta juga menyarankan Arsenal agar mengambil ‘perjudian’ dengan menunjuk Henry, seperti yang pernah ia lakukan saat mengangkat Guardiola sebagai pelatih Barca pada 2008.

“Segala syarat yang membuat kami mengangkat Pep Guardiola menjadi pelatih Barcelona, Henry juga memiliki banyak di antaranya saat ini,” ujar Laporta kepada Telegraph.

“Jika dia ingin menjadi pelatih, terutama Arsenal, itu karena ia yakin bisa bekerja dengan baik. Henry selalu menginginkan mutu yang tinggi, seperti saat menjadi pemain.”

“Dia tahu sepakbola, sebagai salah satu pemain terbaik di dunia. Orang-orang seperti ini, seperti Pep Guardiola dan Johan Cruyff, mereka mengenal sepakbola dengan sangat baik. Mereka tidak butuh periode yang panjang yang mungkin dibutuhkan pelatih lain untuk jadi pelatih hebat.”

“Dia kenal Arsenal, suporternya, klubnya, dan dia adalah orang yang pantas mendapatkan apa yang ingin dia raih. Saya percaya dia bisa menjadi pelatih yang sangat bagus. Baginya, dengan reputasinya, kegagalan tidak bisa diterima,” Laporta menambahkan.

Henry merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa Arsenal dengan 228 gol dalam delapan tahun karier di sana. Pria asal Prancis itu juga mengantar Arsenal memenangi dua gelar Premier League.